Kedewasaan seseorang tidak diukur dari berapa banyak usia/ umur yang dia miliki saat ini. Kedewasaan dan cara pandang banyak juga dimiliki oleh usia belia bahkan berbanding terbalik dengan usia yang seharusnya lebih matang dalam bertindak namun kenyataannya mereka lebih bersifat kekanak-kanakan dan posessif. Hal ini tentu bukan tanpa sebab, saya melihat ada banyak faktor yang ikut menentukan tingkat kedewasaan seseorang dalam menganalisis sebuah permasalahan yang dia hadapi dan bagaimana cara beliau melepaskan diri serta mencarikan sebuah solusinya.
Kemampuan seseorang dalam memanage dirinya merupakan faktor yang sangat penting. Dewasa bukanlah sebuah proses lagi karena seharusnya di usia dewasa seseorang sudah mampu memahami dirinya sendiri dan memahami variasi-variasi sifat orang lain, bersifat objektif dalam menganalisis dan memandang sesuatu, bisa mengambil keputusan yang tepat tanpa harus merugikan orang lain dan yang tak kalah pentingnya adalah seseorang seharusnya dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik tanpa menimbulkan dampak sekecil apapun.
Benar adanya, kedewasaan tidak mengenal usia, pangkat, harta, martabat, dll. Kita bisa melihat beberapa kedewasaan seseorang dari cara berfikir, cara berbicara, cara bersikap, cara bertingkah laku dan cara menempatkan dirinya di lingkungan dimana dia berada.
semoga bermanfaat
Ini adalah sebuah blog yang memuat semua hal yang disukai elget, mulai dari media pembelajaran, resume, artikel, opini, aktifitas travelling, puisi, serta cerita / kisah yang bermakna dan diharapkan menjadi inspirasi positif buat semua pembaca.
Selasa, 10 Mei 2016
Senin, 09 Mei 2016
Cerita : Pertanda
Ya... inikah pertanda itu?, tapi pertanda tersebut adalah sebuah kenyataan, bukan kebetulan atau sebuah hanyalan yang datang dalam mimpi saja. Kembali sang nenek menemui ku dan datang dalam mimpi ku, dia hanya mengatakan "nak, jika kau ingin menjadi orang besar, maka berdirilah dengan tegak, hadapi rintangan di depanmu dan jangan surutkan langkahmu" tapi jika kau tak ingin menjadi orang besar maka ketakutan mu akan selalu menghantui setiap langkahmu",
aku tersentak dalam mimpiku, dan menelaah apa makna dari semua ini. Ya, aku paham makna apa yang dikatakan sang nenek, dan dia memintaku untuk bertindak. bertindak tentang hal yang seharusnya....
di sisi lain, di dunia yang nyata ada sebuah "tiang" yang selalu membantuku berdiri tegak, menjadi tempatku bersandar dikala lelah dan mengerti kesedihanku dalam lara jiwa ku. Tiang itu selalu kokoh berdiri bersama ku, meski terkadang ku tinggalkan sejenak dan tiang itu selalu ada menunggu ku.
aku tersentak dalam mimpiku, dan menelaah apa makna dari semua ini. Ya, aku paham makna apa yang dikatakan sang nenek, dan dia memintaku untuk bertindak. bertindak tentang hal yang seharusnya....
di sisi lain, di dunia yang nyata ada sebuah "tiang" yang selalu membantuku berdiri tegak, menjadi tempatku bersandar dikala lelah dan mengerti kesedihanku dalam lara jiwa ku. Tiang itu selalu kokoh berdiri bersama ku, meski terkadang ku tinggalkan sejenak dan tiang itu selalu ada menunggu ku.
Langganan:
Postingan (Atom)
BUKU : HATI YANG BASAH`(SOCIAL VOLUNTEER FIELD NOTES)
Identitas Buku Judul: Hati yang Basah: Social Volunteer Field Notes Penulis: Elget Oktaviani Penerbit: CV. Pustaka MediaGuru Tahun Terbit...