Senin, 24 Februari 2020

Anak dan Remaja di Era Digital

Anak dan Remaja di Era Digital

Pada era digital, tidak ada lagi batasan antara ruang dan waktu untuk memperoleh informasi. Media sosial digunakan oleh para remaja untuk saling memudahkan terhubung satu sama lain, bahkan mereka lebih akrab dengan dunia digital dibandingkan dengan realitas kehidupan yang ada. Selain sebagai alat komunikasi, media sosial juga dijadikan alat untuk eksistensi diri dan pencarian jati diri bagi remaja. 

Pada masa usia 12 tahun, anak-anak akan mengalami fase pubertas. Mereka akan mulai mengembangkan kepribadian, masa ketika mereka akan membentuk diri. Mereka akan banyak melihat dan mencari contoh di sekitar. Orang tua bukan lagi satu-satunya panutan yang mereka lihat.

Mereka akan mengidentifikasi diri dengan hal yang disukai. Remaja juga akan melihat tren atau yang dianggap keren saat itu. Mereka memiliki kebutuhan untuk terkoneksi atau diterima lingkungan atau komunitas yang lebih besar dari mereka. Pada masa remaja pun, mereka akan mencari tahu,mencari tahu semua hal. Nah, jika pencarian dari keingintahuan mereka tersebut tidak dikontrol dengan baik, maka remaja akan mendapatkan dampak dari penggunaan teknologi tersebut kearah yang negatif. Sebaliknya, jika remaja mampu mengendalikannya, maka banyak hal positif dari penggunaan digital yang akan mereka terima. 

semoga bermanfaat

Tips Membangun Komunikasi Efektif antara Orang Tua dan Anak




Era digital memudahkan siapa saja mengakses informasi secara mudah, kapan saja dan di mana saja. Hal ini berlaku bagi siapa saja, termasuk juga anak-anak.
Anak-anak era modern menjadi sangat cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.
Karenanya orangtua menghadapi banyak tantangan dalam membesarkan dan mengasuh anak-anak di era seperti sekarang. Mereka dituntut mempersiapkan anak-anaknya menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan globalisasi. Psikolog anak dan remaja Samantha Ananta mengatakan, orangtua generasi milenial dituntut memiliki cara berbeda dalam mengasuh anak-anak. Utamanya, dalam hal kecenderungan mendapatkan sesuatu secara mudah dan instan. Kenyataannya, anak-anak menemukan aspirasi dan tantangan-tantangan baru di usia mereka. Untuk itulah, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam membangun kepercayaan diri dan sikap berani mencoba tanpa rasa takut akan gagal. Ada beberapa cara untuk orangtua membangun kepercayaan diri pada anak-anak mereka.
yuk simak tips bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak


BUKU : HATI YANG BASAH`(SOCIAL VOLUNTEER FIELD NOTES)

Identitas Buku Judul: Hati yang Basah: Social Volunteer Field Notes Penulis: Elget Oktaviani Penerbit: CV. Pustaka MediaGuru Tahun Terbit...